Genre : Film Misteri
Negara : Amerika Serikat
Bahasa : Inggris
Sutradara : Alfred Hitchcock
Produksi : Paramount Pictures
Durasi : 109 menit
Pemain :
Anthony Perkins sebagai Norman Bates
Janet Leigh sebagai Marion Crane
Vera Miles sebagai Lila Crane
Martin Balsam sebagai Milton Arbogast
John Gavin sebagai Sam Loomis
Marion (Janet Leigh) adalah seorang karyawati suatu perusahaan, dia memiliki seorang kekasih, Sam Loomis (John Gavin) namanya. Sam yang hanyalah seorang pekerja wiraswasta biasa harus mengeluarkan banyak uangnya untuk membayar hutang-hutang ayahnya yang sudah meninggal. Atas alasan itulah Sam tidak segera menikahi Marion.
Suatu hari Marion diberi kepercayaan untuk menyerahkan uang sebesar $40.000 ke bank. Dengan uang sebesar itu, Marion merasa itu adalah sebuah kesempatan yang sangat bagus untuk memulai hidup baru. Akhirnya dia pergi meninggalkan kota dengan membawa kabur uang $40.000 itu. Dalam perjalanan, karena lelah, Marion pun menginap di sebuah motel yang dikelola oleh seorang pria, Norman Bates (Anthony Perkins).
Sudah seminggu lamanya Lila Crane (Vera Miles) tidak mengetahui keberadaan sang adik, Marion yang tanpa kabar apapun menghilang begitu saja setelah sebelumnya mencuri uang milik perusahaannya. Lila kemudian meminta Sam Loomis , kekasih Marion dibantu Milton Arbogast (Martin Balsam), detektif swasta yang disewa perusahaan tempat Marion bekerja untuk melacak dimana Marion dan uang yang dicurinya berada.
Penyelidikan yang dilakukan Arbogast mengantarnya ke sebuah motel kecil milik Norman Bates . Di tempat ini Arbogast mulai menyelidiki keberadaan Marion yang diyakininya pernah menginap di penginapan tersebut dengan mengorek informasi dari Norman yang ternyata selama ini hidup bersama ibunya. Namun disaat Arbogast ingin bertemu dengan ibu Norman tiba-tiba saja ia diserang oleh sesosok wanita misterius.
Lili yang gelisah menunggu kabar dari Arbogast kemudian mengajak Sam melakukan penyelidikan sendiri. Dengan menyamar sebagai pasangan suami istri mereka mendatangi Bates Motel tanpa menyadari apa yang akan mereka hadapi di tempat itu.
Bisa dibilang saya adalah orang yang beruntung karena dapat menyaksikan salah satu karya terbaik Alfred Hitchcock ini tanpa tercemar spoiler sedikitpun, bahkan usaha saya untuk dapat menahan diri agar tidak kelepasan menyaksikan versi remake-nya pun ternyata berbuah sangat manis. Tidak heran sebenarnya jika Pycho yang kisahnya diadaptasi dari novel tahun 1959 karya Robert Bloch berjudul sama ini mampu menjadi salah satu thriller psikologis terbaik sepanjang masa. Semuanya tidak lepas karena peran besar dari orang hebat dibelakangnya bernama Alfred Hitchcock, sang Master of Suspense yang sebelumnya di era 50an sukses dengan karya-karyanya seperti Dial M for Murder, Rear Window dan To Catch a Thief.
Ya, Psycho bisa dibilang adalah karya Hitchcock yang paling ambisus di jamannya, bahkan bayak orang yang menyebut bahwa film ini adalah thriller psikoanalisi pertama yang banyak mengispirasi film-film thriller pintar modern untuk tidak hanya menawarkan ketengangan semata namun juga mengajak penontonnya berpikir, menganalisis dan mencerna penggambaran tersembunyi dalam ceritanya yang kompleks. contohnya dalam film, kediaman Bates yang terdiri dari tiga lantai ternyata merupakan personifaksi dari 3 pikiran manusia, id, ego dan superego, serta simbolisme burung hiasan yang diawetkan sebagai metafora kematian. Bahkan sampai saat ini kisah yang ditampilkan Pycho mampu membuat penontonnya, khususnya yang belum mengetahui ceritanya sama sekali bakal terhenyak dengan twist mengejutkan di penghujung film, tidak ada yang menyangka bahwa kisah Pycho akan berakhir serperti itu, jenius!!!.
Banyak momen-momen menarik dan mengejutkan yang coba ditampilkan dalam film yang empat nominasi Academy Awards ini, semuanya ditampilkan dalam medium hitam putih dengan alasan untuk mengurangi tingkat kesadisan, walaupun alasan sebenarnya adalah untuk menghindari biaya produksi agar tidak terlalu mahal. Adegan-adegan seperti adegan perselingkuhan dan juga adegan yang menampilkan tokoh wanita memakai pakaian dalam terbilang adalah adegan yang cukup berani ditampilkan oleh Hitchcock pada saat itu. Siapa yang bisa melupakan shower murder scene yang fenomenal itu. Adegan yang hanya berdurasi 45 detik itu dibuat sedetail mungkin oleh Hitchcock dengan 70 sudut pengambilan gambar yang dilbuat selama 4 minggu plus dukungan scoring musik gesekan biola menyeramkan dari komposer Bernard Herrmann semakin semakin melengkapi atmofer kelam yang ditampilkan film yang awalnya berada di bawah bendera Paramount Pictures ini.
Ya, tidak bisa dipungkiri Pyscho jelas adalah salah satu karya terbaik yang pernah dibuat oleh Alfred Hitchcock. Sebuah psychological thriller hebat yang tidak hanya menawarkan ketegangan dan kengerian semata namun juga cerita yang menarik dan pintar serta penuh kejutan didalamnya. Inilah mahakarya dari sutradara legendaris Alfred Hitchcock, The Master of Suspense.
No comments:
Post a Comment